Rabu, 19 April 2017

Kutipan Novel

Rabu, 19 April 2017


KUTIPAN NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK

Assalamualikum Wr. Wb

            Kemali lagi dengan Kutipan Novel yang saya sudah baca, setelah kemaren kita membahas Kutipan Novel Kunang Kunang Rock N’ Roll. Sekarang ada salah satu buku dari pengarang terkenal masa Balai Pustaka yaitu Buya Hamka dengan novelnya yang terkenal Tenggelamnya kapal var der wijck. Lasngsung saja :

Yang pertama :
“Beberapa bulan setelah ibumu meninggal dunia, sudah mamak suruh kawin saja dengan perempuan lain, baik orang mengkasar atau dari luar negri. Dia hanya menggeleng saja, dia beum hendak kawin sebelum engkau besar, Udin. Pernah dia berkata “separoh hatinya dibawa ibumu ke kuburan, dia tinggal di dunia ini dengan hati separo lagi”. Betapa dia takan begitu, ia cinta kepada ibumu. Dia orang jauh, orang Padang, lepas dari buangan karena membunuh orang. Hidup 12 tahun dalam penjara telah menyebabkan hatinya kasar, tidak kenal kasihan, tidak pernah kenal rasa takut, walau kepada tuhan sekalipun. Dia keluar dari penjara, nenekmu Daek  Manppi menyambutnya, dan dikawinkan dengan ibumu. Ibumulah yang telah melunakkan kekerasan ayahmu, ibumulah yang mengajarkannya menhadap kiblat, meminta ampun kepada Tuhan atas segenap kesalahan dan dosanya”.

Keudua :
“pepatah orang Mengkasar sudah cukup : “anak laki laki tidak boleh dihraukan panjang, hidpnya ialah buat berjuang, kalau perahunya sudah dikayuhkan ke tengah, dia tidak boleh surut pandang, meskipun bagaimana besaar gelombang, bahkan kemudi patah, biarkan layar robek, itu lebih mulia daripada membalik haluan pulang”.

Ketiga :
“laki laki bilamana telah menentukan cintanya untuk seorang perempuan, maka prempuan itumesti jadi haknya seoorang, tidak booleh orang lain hendak ikut berkongsi dengan dia. Jika perempuan itu cantik maka kecantikannya biarlah diketahui dirinya seorang. Jika suara perempuan itu nyaring, biarlah dia seorag yang mendengarnya. Sebab itu, kalau ada orang lain yang hendak memuji kecantikannya, atau mengataka suaranya suaranya nyaring , atau menyanjung bud baiknya, semua itu tidaklah diterima oleh laki laki yaang mencintainya tadi”.

Keempat :
“cinta tak bergantung pada uang, kalau ada dua orang yang bercinta dapat bertemu, kesenangan dan ketentraman  pikirannya, itulah uang. Itlah dia kekayaan, lebih dari gelang emas, dokoh berlian, pakaian cukup. Itulah kesenangan yang tidak lekang dipanas, tak lapuk di hujan”.

Kelima :
“seorang ahli gambar, kalu gambarnya laku  dan dibeli oleh sebuah kantor yang mengumpulkan barang seni dan diletakan di sana, maka diwaktu perutnya lapar dan uangnya habis, merasa kenyanglah dia, jika dia pergi pula kembali ker dekat gambar itu, melihat rupa dan wajah orang orang yang lalu lintas dihadapan gambar itu. Seorang pengarang buku, walau bagaimanapun putus asa kehidupannya, kalau pada suatu hari dilihatnya seorang sedang membaca buku itu dengan asyiknya, dia lupa kepayahan dan keputusasaannya itu”.

Keenam :
“dikuinya sekarang dia sudaah kaya, sudah ada  padanya sumber emas. Asal dia mengarang suatu buku, bukan dia lagi yang mengantarkan ke penerbit, tapi oranglah yang mancari dan memita dengan tidak sabaran. Uang pusakanya telah berlipat ganda, dalam pergaulan dia terkenal, pendeknya sudaah hampir cukup kemegahan yang sepadan dengan dirinya. Tetapi, apakah gunanya, rumah cantik yang ditinggaliny, perkakas rumah yang cukup, kemeggahan dan kepujiann,kalau sekiranya tidak ada tempaat hati, tempat cinta pertama yang mula mula membukakan hatinya dan sekarang telah tertutup kembali satu makhluk pun tak ada yang berkuasa membukanya, kalau kalau bukan ang pertama jua”

Keujuh :
“jangan sampai terlintas dalam ikiranmu bahwa ada pula bahagiaselain cinta. Kalau kau percaya ada pula satu kebahagaan cinta, celakalah diri kau dik! Kau menjatuhkan vonis kematian ke attas diri kau sendiri"

Kedelapan :
“menangiispun tidak, apalagi yang akan ditangiskan, jikaa kessdihan telah sampai pada puncaknya”

Kesembilan :
“ya demikianlah permpuan, dia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya, walaupn keciil, dan dia lupa kekejamannya sendiri kepada orang lain walaupun bagaimana besarnya”

            Hanya segitu dari saya, sekali lagi saya katakan tujuan saya membuat “Kutipan Novel” ini untuk menumbuhkan niat membaca bagi teman teman sekalian, semoga bermanfaat.
Wassalamualaiku Wr. Wb.

0 komentar:

Posting Komentar

 
◄Design by Pocket Distributed by Deluxe Templates
Blogger Templates