KUTIPAN
NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK
Kemali
lagi dengan Kutipan Novel yang saya sudah baca, setelah kemaren kita membahas Kutipan Novel Kunang Kunang Rock N’ Roll. Sekarang
ada salah satu buku dari pengarang terkenal masa Balai Pustaka yaitu Buya Hamka dengan novelnya yang
terkenal Tenggelamnya kapal var der wijck.
Lasngsung saja :
Yang pertama :
“Beberapa bulan setelah ibumu
meninggal dunia, sudah mamak suruh kawin saja dengan perempuan lain, baik orang
mengkasar atau dari luar negri. Dia hanya menggeleng saja, dia beum hendak kawin sebelum engkau besar, Udin.
Pernah dia berkata “separoh hatinya dibawa ibumu ke kuburan, dia tinggal di
dunia ini dengan hati separo lagi”. Betapa dia takan begitu, ia cinta kepada
ibumu. Dia orang jauh, orang Padang, lepas dari buangan karena membunuh orang.
Hidup 12 tahun dalam penjara telah menyebabkan hatinya kasar, tidak kenal
kasihan, tidak pernah kenal rasa takut, walau kepada tuhan sekalipun. Dia
keluar dari penjara, nenekmu Daek Manppi
menyambutnya, dan dikawinkan dengan ibumu. Ibumulah yang telah melunakkan
kekerasan ayahmu, ibumulah yang mengajarkannya menhadap kiblat, meminta ampun
kepada Tuhan atas segenap kesalahan dan dosanya”.
Keudua :
“pepatah
orang Mengkasar sudah cukup : “anak laki laki tidak boleh dihraukan panjang,
hidpnya ialah buat berjuang, kalau perahunya sudah dikayuhkan ke tengah, dia
tidak boleh surut pandang, meskipun bagaimana besaar gelombang, bahkan kemudi
patah, biarkan layar robek, itu lebih mulia daripada membalik haluan pulang”.
Ketiga :
“laki laki
bilamana telah menentukan cintanya untuk seorang perempuan, maka prempuan
itumesti jadi haknya seoorang, tidak booleh orang lain hendak ikut berkongsi dengan
dia. Jika perempuan itu cantik maka kecantikannya biarlah diketahui dirinya
seorang. Jika suara perempuan itu nyaring, biarlah dia seorag yang
mendengarnya. Sebab itu, kalau ada orang lain yang hendak memuji kecantikannya,
atau mengataka suaranya suaranya nyaring , atau menyanjung bud baiknya, semua
itu tidaklah diterima oleh laki laki yaang mencintainya tadi”.
Keempat :
“cinta tak
bergantung pada uang, kalau ada dua orang yang bercinta dapat bertemu,
kesenangan dan ketentraman pikirannya,
itulah uang. Itlah dia kekayaan, lebih dari gelang emas, dokoh berlian, pakaian cukup. Itulah
kesenangan yang tidak lekang dipanas, tak lapuk di hujan”.
Kelima :
“seorang ahli
gambar, kalu gambarnya laku dan dibeli
oleh sebuah kantor yang mengumpulkan barang seni dan diletakan di sana, maka
diwaktu perutnya lapar dan uangnya habis, merasa kenyanglah dia, jika dia pergi
pula kembali ker dekat gambar itu, melihat rupa dan wajah orang orang yang lalu
lintas dihadapan gambar itu. Seorang pengarang buku, walau bagaimanapun putus
asa kehidupannya, kalau pada suatu hari dilihatnya seorang sedang membaca buku
itu dengan asyiknya, dia lupa kepayahan dan keputusasaannya itu”.
Keenam :
“dikuinya
sekarang dia sudaah kaya, sudah ada
padanya sumber emas. Asal dia mengarang suatu buku, bukan dia lagi yang
mengantarkan ke penerbit, tapi oranglah yang mancari dan memita dengan tidak
sabaran. Uang pusakanya telah berlipat ganda, dalam pergaulan dia terkenal,
pendeknya sudaah hampir cukup kemegahan yang sepadan dengan dirinya. Tetapi,
apakah gunanya, rumah cantik yang ditinggaliny, perkakas rumah yang cukup,
kemeggahan dan kepujiann,kalau sekiranya tidak ada tempaat hati, tempat cinta
pertama yang mula mula membukakan hatinya dan sekarang telah tertutup kembali
satu makhluk pun tak ada yang berkuasa membukanya, kalau kalau bukan ang
pertama jua”
Keujuh :
“jangan
sampai terlintas dalam ikiranmu bahwa ada pula bahagiaselain cinta. Kalau kau
percaya ada pula satu kebahagaan cinta, celakalah diri kau dik! Kau menjatuhkan
vonis kematian ke attas diri kau sendiri"
Kedelapan :
“menangiispun
tidak, apalagi yang akan ditangiskan, jikaa kessdihan telah sampai pada
puncaknya”
Kesembilan :
“ya
demikianlah permpuan, dia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya, walaupn
keciil, dan dia lupa kekejamannya sendiri kepada orang lain walaupun bagaimana
besarnya”
Hanya segitu dari saya, sekali lagi
saya katakan tujuan saya membuat “Kutipan Novel” ini untuk menumbuhkan niat
membaca bagi teman teman sekalian, semoga bermanfaat.
Wassalamualaiku Wr. Wb.

0 komentar:
Posting Komentar